AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Bahlil Sebut Setiap Tahun Pemerintah Gelontorkan Dana hingga Rp104 Triliun untuk Gas Elpiji

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Sabtu, 14 Mei 2022 13:15 WIB
Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah setiap tahunnya mengeluarkan dana dari APBN hingga Rp104 tirliun untuk impor gas Elpiji.
Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah setiap tahunnya mengeluarkan dana dari APBN hingga Rp104 tirliun untuk impor gas Elpiji.
Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah setiap tahunnya mengeluarkan dana dari APBN hingga Rp104 tirliun untuk impor gas Elpiji.

IDXChannel - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah setiap tahunnya mengeluarkan dana dari APBN hingga Rp104 tirliun untuk impor gas Elpiji.

Bahlil mengatakan setiap satu tahunnya Indonesia mengimpor kurang lebih 7 hingga 8 juta tol gas elpiji untuk kebutuhan masyarakat. Sedangkan setiap 1 juta ton, pemerintah memberikan subsidi hingga Rp13 triliun.

"Ini sangat menguras devisa kita, bahkan untuk subsidi per 1 juta ton itu kurang lebih sekitar 13 triliun," ujar Bahlil dalam konferensi persnya, Jumat (13/5/2022).

Oleh karenya Bahlil mengatakan kedepan investasi yang masuk seperti dari Air Products bakal fokus untuk membangun industri yang bisa menekan jumlah angka impor di Indonesia, termasuk impor gas LPG. Atau sering yang disebut hilirisasi Industri.

Saat ini menurut Bahlil presiden Jokowi telah bertemu dengan Chairman Air Products untuk membahas hilirisasi yang dimaksud Bahlil. Sehingga nantinya pemerintah bakal bangun pabrik di dalam negeri untuk menggantikan gas elpiji yang setiap tahunnya didatangkan dari impor.

"Presiden memerintahkan kepada kami agar air Products agar fokus membangun hilirisasi DME maupun metanol," sambung Bahlil.

"Khusus untuk DME kita memang menargetkan 50% dari total impor kita harus kita bisa melakukan proses dalam negeri," pungkasnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD