sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bahlil Targetkan Gas Pengganti LPG 3 Kg Bakal Diproduksi Juli

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
25/06/2026 17:34 WIB
Bahlil menargetkan gas CNG (Compressed Natural Gas atau Gas Alam Terkompresi) akan diproduksi dalam ukuran 3 kg mulai Juli mendatang.
Bahlil Targetkan Gas Pengganti LPG 3 Kg Bakal Diproduksi Juli (FOTO:Dok Ist)
Bahlil Targetkan Gas Pengganti LPG 3 Kg Bakal Diproduksi Juli (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan gas CNG (Compressed Natural Gas atau Gas Alam Terkompresi) akan diproduksi dalam ukuran 3 kg mulai Juli mendatang. 

Bahlil menjelaskan kehadiran CNG sebagai pengganti LPG akan mengurangi kebutuhan impor gas yang selama ini kerap dilakukan. Sebab cadangan gas alam Indonesia pada dasarnya melimpah, namun keterbatasan teknologi membuat gas tersebut belum mampu dioptimalkan masyarakat luas. 

Ia menjelaskan, saat ini pemanfaatan CNG untuk pengguna gas tabung berukuran 3 kg tengah dalam tahap uji coba. Mengingat CNG memiliki tekanan yang lebih besar dibanding LPG, sehingga aspek keamanan untuk ukuran rumah tangga menjadi perhitungan matang pemerintah. 

"Sekarang kita lagi uji tahap ketiga, mudah-mudahan bulan Juli sudah bisa produksi," kata Bahlil dalam acara Energy Forum di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Bahlil menjelaskan selama ini CNG baru dimanfaatkan untuk kebutuhan industri, yang tersedia untuk ukuran 12 dan 50 kg. Akan tetapi untuk pemenuhan rumah tangga dengan ukuran 3 kg, saat masih dalam tahap uji coba terutama terkait faktor keamanannya. 

Ia mengatakan, untuk meningkatkan keamanan penggunaan CNG dengan ukuran 3 kg, rencananya setiap tabung bakal dipasang semacam katup untuk mengatur gas keluar. Sehingga diperkirakan mampu menahan potensi ledakan yang ukuranya lebih besar ketimbang gas LPG. 

Bahlil menyebut, Desain tabung CNG ukuran 3 kg juga akan disesuaikan untuk kebutuhan rumah tangga sehingga masyarakat tidak perlu mengganti kompor yang sebelumnya menggunakan gas LPG 3 kg.

"Untuk rakyat kita di bawah yang menggunakan subsidi, itu harus pakai tabung yang 3 kg. Tekanannya itu 200 sampai 250 bar. Nah ini yang kita sekarang lagi uji coba dia pakai katup. Ini yang kita coba. Nanti kompornya tidak perlu diganti," kata Bahlil. 

"Nah kalau ini mampu kita lakukan Bapak-Ibu semua, berarti kita bisa menahan impor LPG. Tapi untuk daerah-daerah tertentu masih butuh LPG," tutur dia. 

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement