IDXChannel – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan lonjakan harga minyak dunia hingga menyentuh level USD100 per barel masih berada dalam koridor Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah pun memastikan tetap mampu mengelola dampaknya, termasuk menjaga stabilitas subsidi energi.
Bahlil menjelaskan, asumsi harga minyak dalam APBN saat ini berada di kisaran USD70 per barel. Meski begitu, pemerintah telah memperhitungkan ruang fleksibilitas apabila harga minyak global mengalami kenaikan signifikan akibat dinamika geopolitik.
"Kalau harga (minyak dunia) sampai USD100, insyaallah masih dalam koridor APBN, masih bisa kita exercise. Tapi ini masih dalam pembahasan," ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Rabu (18/3/2026).
Dia menegaskan, prioritas utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan energi dalam negeri tetap terjaga. Pasokan bahan bakar minyak (BBM), LPG, hingga solar harus tersedia agar tidak terjadi kelangkaan di tengah masyarakat.