AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.48
N225
28365.05
0.86%
+240.77
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,305
Emas
835,465 / gram

Bakal Perpanjang Program Kartu Prakerja, Sri Mulyani: Ini Kurangi Kegalauan Pencari Kerja

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Rabu, 07 Juli 2021 14:24 WIB
Pemerintah berencana untuk melanjutkan program Kartu Prakerja pada semester II-2021.
Bakal Perpanjang Program Kartu Prakerja, Sri Mulyani: Ini Kurangi Kegalauan Pencari Kerja (Dok.MNC Media)
Bakal Perpanjang Program Kartu Prakerja, Sri Mulyani: Ini Kurangi Kegalauan Pencari Kerja (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah berencana untuk melanjutkan program Kartu Prakerja pada semester II-2021. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan kartu prakerja ini bisa mengurangi galau para pekerja yang belum mendapatkan pekerjaan. Apalagi, seiring dengan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berlaku pada 3 Juli hingga 20 Juli 2021 membuat banyak yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kartu pekerja mengurangi stres dan kegalauan pekerja yang tidak memiliki pekerjaaan," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (7/7/2021).

Kata dia, pemerintah telah mengalokasika anggaran sebesar Rp 10 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk 2,8 juta peserta baru.

Rencananya, kelanjutan Kartu Prakerja akan dieksekusi pada Juli-Agustus 2021. "Program Kartu Prakerja untuk 2,8 juta peserta juga bisa dieksekusi di Juli-Agustus," bebernya.

Menurut dia, semua kebijakan ini dilaksanakan dalam kerangka implementasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) secara nasional, di mana telah dialokasikan anggaran dalam APBN tahun 2021 sebesar Rp699,43 triliun untuk bidang kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, dukungan UMKM dan korporasi, serta insentif usaha. 

"Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat perlu bekerja keras bersama-sama agar penanganan Covid-19 dapat berjalan efektif dan pemulihan ekonomi dapat diakselerasi," tutupnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD