sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Prabowo Tegaskan Pemerintah Terbuka Terhadap Kritik Konstruktif dari Masyarakat

News editor Kunthi Fahmar Sandy
06/01/2026 09:26 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah terbuka terhadap kritik konstruktif dari masyarakat.
Prabowo Tegaskan Pemerintah Terbuka Terhadap Kritik Konstruktif dari Masyarakat (FOTO:iNews Media Group)
Prabowo Tegaskan Pemerintah Terbuka Terhadap Kritik Konstruktif dari Masyarakat (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah terbuka terhadap kritik konstruktif dari masyarakat.

Menurutnya, kritik justru penting untuk membantu pemerintah mengevaluasi kebijakan yang telah dijalankan.

Ia mengatakan, wajar bila seseorang merasa tidak nyaman saat menerima kritik atau koreksi. Namun bagi dirinya, kritik justru menjadi pengingat dan bentuk perlindungan dalam menjalankan tugas sebagai kepala negara.

“Kalau dikritik, malah kita harus bersyukur kalau saya dikoreksi. Saya dibantu, saya diamankan,” tutur Prabowo kala memberi sambutan di Perayaan Natal Nasional, dikutip Selasa (6/1/2025).

Ia kemudian mencontohkan satu peristiwa di mana kritik masyarakat membuatnya mengevaluasi kembali langkah yang diambilnya. Kala itu, Prabowo menegaskan bahwa ia berusaha mencerna dan menyikapi kritik tersebut seobjektif mungkin.

“Kritik, koreksi adalah menyelamatkan. Jadi saya terima kasih kalau ada yg teriak-teriak ‘Prabowo mau hidupkan lagi militerisme’. Saya koreksi lagi, apa benar? Saya panggil ahli hukum untuk mengkaji mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter,” katanya.

Namun, ia menegaskan bahwa kritik jangan sampai kebablasan menjadi fitnah. Sebab menurutnya, kebohongan yang menimbulkan kecurigaan, perpecahan, dan kebencian hanya akan merusak persatuan bangsa. Terlebih, semua agama pun melarang umatnya untuk melakukan tindakan tersebut.

Di sisi lain, ia juga mengakui adanya kritik yang bernada sinis dan bertujuan menjatuhkan pemerintah. Kendati begitu, Prabowo menegaskan bahwa dirinya memilih menjawab hal tersebut dengan kerja dan bukti nyata.

“Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja,” tutur dia.



(kunthi fahmar sandy)

Advertisement
Advertisement