AALI
8850
ABBA
234
ABDA
6025
ABMM
4380
ACES
625
ACST
198
ACST-R
0
ADES
7050
ADHI
755
ADMF
8525
ADMG
167
ADRO
3890
AGAR
302
AGII
2360
AGRO
625
AGRO-R
0
AGRS
101
AHAP
105
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1585
AKRA
1305
AKSI
324
ALDO
700
ALKA
296
ALMI
396
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.99
-1.28%
-6.92
IHSG
7088.98
-1.25%
-89.60
LQ45
1012.98
-1.23%
-12.65
HSI
18025.82
0.52%
+92.55
N225
26619.53
-1.97%
-534.30
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
792,736 / gram

"Bakar Uang" Dianggap Biang Kerok PHK di Startup, Begini Kata Futurolog

ECONOMICS
Ikhsan PSP
Rabu, 08 Juni 2022 01:00 WIB
Futurolog beri pemaparan terkait bakar uang yang dianggap biang kerok PHK di sejumlah startup.
"Bakar Uang" Dianggap Biang Kerok PHK di Startup, Begini Kata Futurolog (Dok.MNC)

IDXChannel - Istilah bakar uang sedang hangat dibicarakan dan dianggap jadi biang kerok kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh beberapa startup

Futurolog sekaligus Direktur Eksekutif Pijar Foundation, Ferro Ferizka Aryananda mengatakan fenomena ini sebenarnya lumrah terjadi di dunia startup, namun perusahaan harus mengembalikan uang yang dikeluarkan menjadi sebuah pendapatan.

"Sebenarnya praktik "membakar uang" ini adalah praktik yang umum, karena ditahap awal memang namanya startup punya produk yang belum di kenal dan kita harus keluar investasi untuk promosi, marketing untuk memastikan ada orang-orang yang tahu, tertarik dan mau pakai," jelasnya kepada MNC Portal Indonesia, Senin (6/6/2022).

Ferro melanjutkan, semua investasi yang dikeluarkan harus kembali dan berujung pendapatan untuk perusahaan. Menurutnya bagaimanapun fundamental dari bisnis adalah pendapatan harus lebih tinggi dibandingkan pengeluaran.

"Masalahnya banyak sekali startup yang hanya fokus pada membakar uang tapi dia tidak memiliki cara bagaimana ia akan mendapatkan uang itu kembali. Nah itulah yang kita lihat yang mati-matian kemudian yang sedang mengalami masalah  saat ini yang sering diberitakan," ungkap Ferro.

Ferro mengungkapkan, ada empat hal yang bisa di ambil sebagai sebuah pembelajaran dan empat hal ini merupakan faktor yang menyebabkan sebuah startup mengalami kegagalan.

1. Tidak ada kebutuhan pasar. "Jadi dia membuat sesuatu yang menurut dia keren tapi sebetulnya masyarakat tidak membutuhkannya," ujarnya.

2. kalah dalam persaingan. "karena secara produk kalah, baik itu fitur, keunggulan, atau mungkin tidak ada pembedanya diantara dia dengan produk kompetitor yang lain" ucapnya.

3. Tidak memiliki rencana bagaimana memperoleh pendapatan.   

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD