AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Bangun Pabrik Smelter, CMP Dapat Kucuran Rp3,98 Triliun dari Bank Mandiri

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Kamis, 07 April 2022 14:56 WIB
PT Ceria Metalindo Prima (CMP) mendapatkan pinjaman kredit sindikasi dari PT Bank Mandiri (Persero), Bank BJB dan Bank Sulselbar Rp3,98 triliun. 
Bangun Pabrik Smelter, CMP Dapat Kucuran Rp3,98 Triliun dari Bank Mandiri (FOTO: MNC Media)
Bangun Pabrik Smelter, CMP Dapat Kucuran Rp3,98 Triliun dari Bank Mandiri (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - PT Ceria Metalindo Prima (CMP) mendapatkan pinjaman kredit sindikasi dari PT Bank Mandiri (Persero), Bank BJB dan Bank Sulselbar Rp3,98 triliun. 

Kredit sindikasi ini disalurkan untuk membangun proyek smelter pengolahan bijih nikel laterit Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang terdiri dari sebuah pabrik Rotary Kiln Electric Funance (RKEF1).

Selian itu juga akan dibangun infrastruktur pendukung operasional RKEF1 di Lapaopao, Kolaka, Sulawesi Tenggara dengan tenor hingga 9 tahun. Adapun, dalam perjanjian tersebut Bank Mandiri bertindak sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunner. 

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi menjelaskan, kerjasama ini diharapkan dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi, memberikan nilai tambah bagi industri di dalam negeri, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. 

"Penandatanganan perjanjian kredit sindikasi hari ini terasa sangat spesial karena menjadi tonggak sejarah bukan hanya bagi Ceria Nugraha Indotama (CNI) Group namun juga bagi Bank Mandiri," ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Kamis (7/4/2022).

Pembiayaan kepada CMP ini berfokus pada pembangunan pabrik smelter ferro nickel, yang nantinya diharapkan akan mempermudah akses produksi dan distribusi olahan nikel baik dari maupun kepada masyarakat Indonesia secara umum. 

Diharapkan dengan pembiayaan fasilitas Term Loan ini, dapat membantu Indonesia untuk memainkan peran sentral dalam dinamika pasar nikel bagi pengembangan industri lokal nikel berikut turunannya.

"Selain itu juga bisa mendukung program pemerintah terkait percepatan hilirisasi untuk memberikan nilai tambah pada komoditas mineral Indonesia," tutup Darmawan. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD