AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jawa Barat Tumbuh di Atas 3,4 Persen

ECONOMICS
Arif Budianto/Kontributor
Senin, 08 November 2021 10:23 WIB
Kepala Kantor Bank Indonesia Jawa Barat, Herawanto, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat pada triwulan IV-2021 akan kembali tumbuh.
Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jawa Barat Tumbuh di Atas 3,4 Persen. (Foto: MNC Media)
Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Jawa Barat Tumbuh di Atas 3,4 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kepala Kantor Bank Indonesia Jawa Barat, Herawanto, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat pada triwulan IV-2021 akan kembali tumbuh. Namun, angka pertumbuhan diprediksi akan berada di atas 3,4 persen.

Di mana, perekonomian Jawa Barat pada triwulan III 2021-tercatat tumbuh positif sebesar 3,43% (yoy). Walaupun tumbuh, angka tersebut melambat dibandingkan triwulan II-2021 yang tumbuh sebesar 6,13% (yoy).

"Proyeksi pertumbuhan pada triwulan IV sejalan dengan pelonggaran PPKM dan meningkatnya permintaan global dan domestik menjelang Natal dan Tahun Baru 2022," kata dia.

Namun, untuk mengoptimalkan momentum perbaikan ekonomi triwulan IV 2021, stimulus fiskal diharapkan dapat berperan lebih besar, baik melalui percepatan belanja modal, bantuan sosial. Termasuk menggenjot  penyaluran dana PEN untuk membantu kinerja sektor UMKM. 

"Upaya yang sama juga akan terus dilakukan oleh Bank Indonesia melalui kebijakan moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran yang akomodatif sehingga dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional," katanya.

Menurut Herwanto, kondisi makroekonomi yang baik dan iklim investasi yang kondusif diharapkan dapat mendorong realisasi investasi lebih tinggi pada periode-periode berikutnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD