AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,305
Emas
837,181 / gram

Banyak Perusahaan Migas AS Bakal Cabut dari Indonesia Tahun Ini, Kenapa?

ECONOMICS
Athika Rahma
Sabtu, 15 Januari 2022 16:42 WIB
Banyak perusahaan minyak dan gas bumi (migas) Amerika Serikat (AS) yang bakal cabut dari Indonesia.
Banyak Perusahaan Migas AS Bakal Cabut dari Indonesia Tahun Ini, Kenapa? (FOTO:MNC Media)
Banyak Perusahaan Migas AS Bakal Cabut dari Indonesia Tahun Ini, Kenapa? (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar memprediksi, banyak perusahaan minyak dan gas bumi (migas) Amerika Serikat (AS) yang bakal cabut dari Indonesia

Hal ini dikarenakan, pada 2022, aksi meger dan akusisi perusahaan migas dunia akan banyak terjadi. 

"Akan banyak merger dan akuisisi di 2022 dan adanya eksplorasi kontinu," ujar Arcandra dalam PGN Energy and Economic Outlook 2022, dikutip Sabtu (15/1/2022). 

Adapun, faktor yang membuat perusahaan tersebut melakukan merger dan akuisisi adalah aset konsolidasi. "Sehingga banyak aset yang dijual, on sale tidak hanya di Indonesia, tapi negara lain," jelasnya. 

Upaya konsolidasi ini, lanjut Arcandra, dilakukan karena AS ingin merambah ke bisnis yang lebih ramah lingkungan. Perusahaan seperti Exxon Mobile, Chevron, ConocoPhilips akan memulai merambah ke bisnis berbasis energi terbarukan. 

Apalagi, pendanaan investasi yang untuk proyek yang berbasiskan bahan bakar fosil sudah mulai sulit didapat. Negara-negara juga sedang fokus membayar utang dan dividen yang lebih tinggi. 

"Di Eropa, strateginya lebih diversifikasi usaha, sementara Amerika lebih ke dekarbonisasi," ujarnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD