Ketut mengajak masyarakat untuk tidak hanya melihat kondisi perberasan dari sisi hilir, tetapi juga memperhatikan kondisi petani di tingkat hulu. Menurutnya, kebijakan pemerintah yang mendorong swasembada pangan bertujuan menjaga kesejahteraan petani sekaligus menjamin ketersediaan beras dalam jangka panjang.
"Kita jangan melihat di hilir saja. Kita harus melihat di hulu. Arahan daripada Bapak Presiden Prabowo adalah swasembada. Kalau kita ingin swasembada, tentu petani kita sedang nyaman-nyamannya sekarang, sangat nyaman berproduksi," tutur Ketut.
Dia menegaskan, keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen perlu terus dijaga agar petani tetap memperoleh harga yang layak, sementara masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap pangan dengan harga yang terjangkau.
"Kalau kita swasembada, tentu masyarakat kita lebih tenang, lebih tentram, lebih makmur. Jangan sampai kejadian seperti petelur ayam yang harganya sempat Rp 16.000 dari seharusnya yang Rp 24.000. Petani dan peternak kita harus dijaga harganya," tuturnya.
(DESI ANGRIANI)