Pengembangan CNG juga memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha dalam memilih sumber energi sesuai kebutuhan operasional. Bagi sektor Horeka yang membutuhkan energi secara konsisten setiap hari, ketersediaan pasokan dan efisiensi menjadi pertimbangan penting dalam menentukan pilihan bahan bakar.
Selain sektor komersial, pemanfaatan CNG mulai merambah kebutuhan pelayanan publik. Di Magelang, Jawa Tengah, CNG telah digunakan untuk mendukung operasional salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
CNG digunakan untuk mendukung proses memasak sekitar 1.500–2.000 porsi MBG per hari. Pemanfaatan tersebut menunjukkan fleksibilitas CNG untuk mendukung berbagai kebutuhan energi, termasuk fasilitas yang membutuhkan pasokan bahan bakar secara rutin untuk kegiatan operasionalnya.
Menurut Santiaji, pengembangan CNG di Jawa Tengah Bagian Selatan memiliki prospek yang semakin terbuka seiring dengan pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
“Pertumbuhan layanan CNG di Jawa Tengah Bagian Selatan memiliki prospek yang menarik seiring dengan berkembangnya sektor pariwisata seperti perhotelan, kuliner, jasa, dan UMKM. Kehadiran layanan CNG diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan energi sekaligus mendukung produktivitas masyarakat,” ujar Santiaji.