Untuk mengantisipasi dinamika ketidakpastian global yang dapat memengaruhi postur anggaran, Kemenkeu berkomitmen melakukan pengawasan ketat terhadap realisasi kas negara secara berkala. Jika situasi mendesak, kata Purbaya, pemerintah siap mengambil langkah-langkah penyesuaian agar APBN tetap tangguh dalam menopang perekonomian nasional.
"Tapi kalau ada apa-apa, kita selalu monitor kondisi APBN kita dari bulan ke bulan, kalau kita perlu efisiensi, kita efisiensi, kalau keadaan memaksa, tapi rasanya enggak, kita akan menjaga terus defisit di bawah 3 persen sesuai dengan perintah Bapak Presiden," kata Purbaya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengungkapkan belanja negara dalam RAPBN 2027 tembus Rp4.097,2 triliun. Target belanja naik 7 persen secara tahunan dari APBN 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun.
Sementara itu, pemerintah menargetkan pendapatan negara pada 2027 mencapai Rp3.426 triliun, naik 8,6 persen dari 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun. target demikian, defisit APBN 2027 diestimasikan Rp671,1 triliun atau 2,4 persen terhadap PDB.
(NIA DEVIYANA)