IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan lonjakan pagu belanja negara hingga menyentuh Rp4.000 triliun dalam draf Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 akan sepenuhnya ditopang laju penerimaan negara yang kuat.
Dengan fondasi pendapatan yang kokoh, pemerintah optimistis dapat menekan defisit fiskal pada level aman di angka 2,4 persen, sekaligus menjaga kepatuhan batas defisit di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Purbaya menjelaskan soal optimalisasi penerimaan pajak menjadi jangkar utama dalam menahan pelebaran defisit di tengah agresifnya pos belanja tahun depan. Kinerja pengumpulan pajak yang menunjukkan tren positif sepanjang tahun berjalan diyakini mampu mendorong rasio perpajakan atau tax ratio melampaui asumsi dasar yang direncanakan.
"Realisasi pajak kelihatannya sih akan membaik, bisa lebih bagus daripada yang direncanakan itu, di mana tax ratio-nya mungkin akan naik, bukan 9,27 persen, mungkin lebih, dan nanti kalau rokok yang ilegal masuk ke legal, ada tambahan lagi sedikit serta kalau pertumbuhan ekonomi lebih cepat kita akan dapat pajak lebih banyak lagi," ujar Purbaya.
Untuk mengantisipasi dinamika ketidakpastian global yang dapat memengaruhi postur anggaran, Kemenkeu berkomitmen melakukan pengawasan ketat terhadap realisasi kas negara secara berkala. Jika situasi mendesak, kata Purbaya, pemerintah siap mengambil langkah-langkah penyesuaian agar APBN tetap tangguh dalam menopang perekonomian nasional.
"Tapi kalau ada apa-apa, kita selalu monitor kondisi APBN kita dari bulan ke bulan, kalau kita perlu efisiensi, kita efisiensi, kalau keadaan memaksa, tapi rasanya enggak, kita akan menjaga terus defisit di bawah 3 persen sesuai dengan perintah Bapak Presiden," kata Purbaya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengungkapkan belanja negara dalam RAPBN 2027 tembus Rp4.097,2 triliun. Target belanja naik 7 persen secara tahunan dari APBN 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun.
Sementara itu, pemerintah menargetkan pendapatan negara pada 2027 mencapai Rp3.426 triliun, naik 8,6 persen dari 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun. target demikian, defisit APBN 2027 diestimasikan Rp671,1 triliun atau 2,4 persen terhadap PDB.
(NIA DEVIYANA)