Menurut Didik, pemerintah perlu mencari sumber pertumbuhan yang lebih kuat melalui perubahan orientasi kebijakan ekonomi. Salah satu yang perlu diperkuat adalah sektor luar negeri, terutama dengan menjadikan ekspor sebagai mesin pertumbuhan dan transformasi industri.
Dia menilai kebijakan ekonomi Indonesia selama ini masih terlalu berorientasi ke dalam negeri atau inward looking. Padahal, untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi, Indonesia perlu mengubah orientasi tersebut menjadi outward looking.
Dengan kebijakan yang berorientasi ekspor, Indonesia dinilai dapat mendorong investasi, memperkuat industri, serta memanfaatkan peluang dari rantai pasok global.
Didik juga menilai pasar domestik yang besar tidak cukup untuk menghasilkan industrialisasi berkelas dunia. Dunia usaha Indonesia perlu naik kelas dengan diberi kesempatan sekaligus didorong untuk bersaing di pasar global.
"Masalahnya bukan hanya mengandalkan konsumsi domestik yang besar, tetapi dunia usaha Indonesia mampu naik kelas karena dipaksa dan diberi kesempatan untuk bersaing di pasar global," kata dia. (Febrina Ratna Iskana)