Didik mengatakan, jika melihat komposisi tersebut belanja pemerintah tidak akan menjadi penopang yang langgeng karena kapasitas fiskal pemerintah juga menghadapi persoalan, baik dari sisi penerimaan maupun pengeluaran.
Belanja pemerintah dinilai hanya mampu memberikan dorongan dalam jangka pendek untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Pemerintah membutuhkan sumber pertumbuhan lain yang lebih berkelanjutan untuk mendorong ekspansi ekonomi.
Didik menilai persoalan tersebut semakin penting karena konsumsi masyarakat juga tidak lagi dapat sepenuhnya menjadi tumpuan pertumbuhan. Dia menyoroti kelas menengah yang telah tergerus dan mengalami penurunan jumlah.
Kondisi itu, menurutnya, turut menghambat pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi masyarakat. Karena itu, mengandalkan belanja pemerintah dan konsumsi domestik secara bersamaan dinilai tidak cukup untuk membawa pertumbuhan ekonomi ke tingkat 7-8 persen.
"Selama ini belanja pemerintah tidak akan langgeng karena hanya menjadi penyangga agar pertumbuhan ekonomi tidak jatuh di bawah 5 persen," ujarnya.