AALI
8475
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4330
ACES
620
ACST
187
ACST-R
0
ADES
7325
ADHI
745
ADMF
8250
ADMG
166
ADRO
4120
AGAR
294
AGII
2210
AGRO
600
AGRO-R
0
AGRS
93
AHAP
106
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
314
ALDO
670
ALKA
290
ALMI
390
ALTO
168
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.38
0.16%
+0.84
IHSG
7085.87
0.15%
+10.49
LQ45
1012.78
0.11%
+1.14
HSI
18031.15
-0.31%
-56.82
N225
27311.30
0.7%
+190.77
NYSE
14262.03
-0.4%
-57.47
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,192
Emas
841,825 / gram

Belasan Sapi Ternak di Kobar Positif Terserang Virus PMK

ECONOMICS
Sigit Dzakwan/MNC Media
Kamis, 12 Mei 2022 10:32 WIB
irus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sedang cepat menyebar ke berbagai hewan ternak, seperti yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng.
Belasan Sapi Ternak di Kobar Positif Terserang Virus PMK (FOTO: MNC Media)
Belasan Sapi Ternak di Kobar Positif Terserang Virus PMK (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sedang cepat menyebar ke berbagai hewan ternak, seperti yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng) sebanyak belasan sapi ternak positif terserang PMK.

Medik Veteriner Muda, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Kobar drh. GM Sofyannoor mengatakan, kasus PMK di Kobar awalnya ditemukan di Kecamatan Arut Selatan (Arsel).

"Penemuan awal berdasarkan cek lapangan sebanyak 16 ekor sapi di Kecamatan Arsel diduga tertular penyakit tersebut. Namun, temuan gejala klinis suspek PMK harus diteguhkan dengan konfirmasi hasil laboratorium. Untuk pemeriksaan PMK, laboratorium rujukan nasional adalah Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya," ujarnya Kamis 12 Mei 2022.

Namun, lanjut dia, diduga penyakit ini sudah menyebar ke kecamatan lain yaitu Kecamatan Pangkalan Banteng, seiring dengan lalu lintas sapi yg didatangkan dari Provinsi Jawa Timur.

"Awal ditemukannya kasus ini adalah saat kami melakukan cek lapangan, pascadisampaikannya surat dari Dinas Peternakan Provinsi Jatim tentang laporan adanya penyakit menular akut pada ternak PMK di Jatim per 6 Mei 2022.”

Kemudian, lanjut dia, Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) DPKH Kobar bersama Ketua Asosiasi Pedagang dan Pemotong Sapi (Aspepsi) Kobar berinisiatif untuk melakukan pemeriksaan sampling.

"Pemeriksaan sampling ini bertujuan sebagai respon monitoring kemungkinan temuan kasus PMK pada sapi asal Provinsi Jatim yang masuk ke Kobar. Dari hasil pemeriksaan awal ditemukan 16 ekor sapi milik beberapa peternak yang menunjukkan gejala klinis suspek PMK yaitu demam tinggi, hipersalivasi, lepuh, erosi pada lidah, mukosa mulut dan kulit sekitar kuku," tutupnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD