sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Selat Hormuz Diblokade, Saudi Aramco Geser Pengiriman Minyak ke Laut Merah

News editor Rahmat Fiansyah
08/03/2026 07:30 WIB
Saudi Aramco mulai menggeser pengiriman minyak mentah (crude oil) ke Laut Merah setelah Selat Hormuz dblokade Iran.
Saudi Aramco mulai menggeser pengiriman minyak mentah (crude oil) ke Laut Merah setelah Selat Hormuz dblokade Iran. (Foto: Reuters)
Saudi Aramco mulai menggeser pengiriman minyak mentah (crude oil) ke Laut Merah setelah Selat Hormuz dblokade Iran. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Saudi Aramco mulai menggeser pengiriman minyak mentah (crude oil) ke Laut Merah. Langkah itu diambil perusahaan raksasa minyak tersebut setelah Selat Hormuz diblokade oleh Iran imbas meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Al Ekhbariya TV yang dimiliki oleh pemerintah Saudi menyatakan, keputusan itu guna memastikan keamanan dan keberlanjutan suplai minyak di pasar global.

"Kami terus memantau  perkembangan situasi dengan seksama untuk mengambil keputusan yang tepat guna memulihkan operasional ke kondisi normal ketika keadaan sudah stabil," kata kanal tersebut dilansir Al Jazeera, Minggu (8/3/2026).

Aramco berencana menggeser jutaan barel minyaknya ke pantai bagian barat pada Maret 2026 untuk menjaga suplai di pasar internasional. Berdasarkan data Bloomberg, terdapat lima kapal tanker minyak raksasa (very large crude carriers/VLCC) yang tengah bersandar di Pelabuhan Yanbu dalam empat hari pertama di bulan ini.

Dikutip dari Zawya, kapal-kapal tersebut diperkirakan membawa 10 juta barel minyak. Pada bulan ini,  volume pengiriman dari Laut Merah rata-rata meningkat tiga kali lipat menjadi 2,5 juta barel per hari dari 786 ribu barel per hari pada Februari 2025.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement