Kendati demikian, sejumlah kapal masih tetap mengisi di Ras Tanura, Teluk Arab. Namun, perang yang berkepanjangan antara Iran dan Israel memaksa kapal-kapal tersebut menghentikan pengiriman lewat Selat Hormuz.
Aramco sebelumnya menyatakan, perusahaan telah mengirimkan minyaknya dari wilayah timur ke barat dengan memanfaatkan pipa. Kapasitas pipa tersebut mampu membawa hampir seluruh minyak produksi Saudi di angka 7 juta barel.
Kendati demikian, pengiriman melalui Laut Merah bukannya tanpa risiko. Kapal-kapal dari Yanbu harus melewati Selat Bab el-Mandeb yang dapat dijangkau oleh militan Houthi yang dibekingi Iran.
Perang Iran-Israel telah mendorong harga minyak mentah dunia. Harga minyak Brent berada di level USD92,69 per barel, sedangkan WTI berada di kisaran USD90,90 per barel, melesat lebih dari 30 persen sejak perang berkecamuk.
(Rahmat Fiansyah)