AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Beli Minyak Goreng Pakai NIK KTP, DPR Sebut Berpotensi Munculkan Kegaduhan

ECONOMICS
Carlos Roy Fajarta Barus
Selasa, 28 Juni 2022 12:48 WIB
Saat ini yang terpenting adalah membanjiri pasar domestik dan memperlancar proses ekspor agar meknisme pasar bekerja.
Beli Minyak Goreng Pakai NIK KTP, DPR Sebut Berpotensi Munculkan Kegaduhan (FOTO:MNC Media)
Beli Minyak Goreng Pakai NIK KTP, DPR Sebut Berpotensi Munculkan Kegaduhan (FOTO:MNC Media)


IDXChannel - Anggota Komisi 6 DPR Deddy Yevri Sitorus meminta pemerintah untuk mengkaji lagi berkaitan dengan rencana distribusi minyak goreng (migor) menggunakan aplikasi Peduli Lindungi ataupun Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Ia menyebutkan pemerintah perlu terlebih dahulu mensosialisasikan terlebih dahulu siapa saja yang berhak membeli migor tersebut. 

"Jika tidak, maka akan berpotensi menyebabkan kerumunan orang yang kecewa karena tidak boleh mendapatkan migor," ujar Deddy Yevri Sitorus, Selasa (28/6/2022).

Ia juga menyoroti penggunaan KTP yang tidak mengacu pada Kartu Keluarga (KK) juga berpotensi menimbulkan gaduh karena volume yang ditetapkan cukup besar, 10 kg/KTP per hari. 

"Ini bisa mendorong penimbunan dan alokasi di setiap titik itu habis dalam waktu singkat, sehingga tidak banyak bisa mendapatkan. Menurutnya, hal ini bisa saja terjadi karena selisih harga dengan minyak goreng kemasan masih cukup tinggi," jelas Deddy Yevri.

Ia berpendapat cara terbaik adalah dengan membuat rantai distribusi yang benar dan memastikan pasokan lancar, sesuai kebutuhan di setiap daerah dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Saat ini pasokan melimpah dan bahkan pabrik kelapa sawit sudah tidak mampu menampung produksi. 
"Namun tanpa tata kelola rantai pasok yang baik dan mekanisme distribusi yang benar, persoalan minyak goreng tidak akan pernah terselesaikan secara fundamental dan merugikan semua," tambah Deddy. 

Saat ini yang terpenting adalah membanjiri pasar domestik dan memperlancar proses ekspor agar meknisme pasar bekerja. 

"Hal ini akan mendorong keseimbangan supply dan demand serta mendorong harga turun secara wajar,” pungkas Deddy Yevri Sitorus.


(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD