AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Belum Diakui sebagai Obat Covid-19, IDI: Ivermectin Masih Sebatas Ikhtiar

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Jum'at, 25 Juni 2021 11:26 WIB
Ketua PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih menyebut, belum ada obat yang diakui untuk pengobatan Covid-19.
Ketua PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih menyebut, belum ada obat yang diakui untuk pengobatan Covid-19. (Foto: MNC Media)
Ketua PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih menyebut, belum ada obat yang diakui untuk pengobatan Covid-19. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Ketua PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih menyebut, belum ada obat yang diakui untuk pengobatan Covid-19. Perihal obat Ivermectin yang tengah diproduksi PT Indofarma Tbk (INAF), hanyalah ikhtiar untuk mencari peluang baru penyembuhan Covid-19. 

Kementerian BUMN selaku pemegang saham INAF, sebelumnya, menegaskan bahwa Ivermectin hanyalah obat anti-parasit. Obat terapi tersebut sudah mendapat rekomendasi dari World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia dan Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat. 

"Ivermectin ini merupakan salah satu yang di beberapa negara yang dipakai sebagai ikhtiar, bahkan WHO, FDE itu mendorong rekomendasikan untuk dipakai uji klinis, itu direkomendasikan sebagai sebuah ikhtiar," ujar Daeng dalam sesi wawancara dengan salah satu TV Swasta, dikutip Jumat (25/6/2021).

Dia mencatat, sejumlah negara menggunakan Ivermectin untuk melakukan terapi pada pasien Covid-19. Namun, langkah itu hanya lah ikhtiar untuk menekan atau menghambat replikasi Covid-19. Di Indonesia, Ivermectin masih pada tahap uji klinis di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Daeng pun memahami pernyataan Menteri BUMN, Erick Thohir, bahwa Ivermectin sebagai obat anti-parasit. Artinya, sebagai satu harapan dan ikhtiar pemerintah untuk berupaya menangani penyebaran Covid-19. 

"Saya sangat memaklumi apa yang disampaikan Pak Erick, ini dalam rangka berikhtiar, dan kita punya harapan begitu, ada hal yang bisa membantu lebih baik untuk menangani penyebaran Covid-19," katanya. 

Uji stabilitas Ivermectin pun sudah dilakukan usai Indofarma memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

"Tentu, kita sudah melakukan uji stabilitas kemarin. Karena itu obat Ivermectin yang diproduksi Indofarma ini," kata Erick dalam konferensi pers beberapa waktu lalu. 

Mantan Bos Inter Milan itu berharap Ivermectin bisa menjadi solusi untuk menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Obat besutan BUMN Sektor Farmasi ini digadang-gadang dapat membantu terapi pasien yang sudah terinfeksi virus Corona.

"Kabar gembira buat kita bahwa (Ivermectin) terapi daripada penyembuhan, terapi daripada, tentu bagaimana kita mengantisipasi atau menjaga diri kita sehingga penyebaran keseharian bisa diturunkan. Ivermetik ini dianggap dalam terapi ini cukup baik. Karena ada beberapa jurnal kesehatan sudah sudah meyainkan daripafa hasil ini," tutur dia. 

ketersediaan obat Ivermectin dipastikan cukup bagi pasien. Bahkan, melalui Indofarma, produksi 4 juta Ivermectin bisa dicapai per bulannya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD