AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Bertekad Jadi Raja Baterai Kendaraan Listrik Dunia, Ini Bekal Menjanjikan Indonesia

ECONOMICS
Tim IDXChannel
Kamis, 12 Mei 2022 15:16 WIB
Indonesia sepanjang 2019 menjadi produsen terbesar di dunia yang menghasilkan 800.000 ton biji nikel per tahun.
Bertekad Jadi Raja Baterai Kendaraan Listrik Dunia, Ini Bekal Menjanjikan Indonesia (foto: MNC Media)
Bertekad Jadi Raja Baterai Kendaraan Listrik Dunia, Ini Bekal Menjanjikan Indonesia (foto: MNC Media)

IDXChannel - Indonesia menegaskan tekadnya untuk dapat tampil sebagai 'raja baterai' kendaraan listrik terbesar di dunia. Cita-cita tersebut dinilai sangat mungkin untuk diwujudkan lantaran Indonesia memiliki bekal menjanjikan berupa sumber daya nikel yang sangat berlimpah.

"Indonesia merupakan sumber nikel terbesar di dunia dan mengontrol hampir 30 persen produksi nikel," ujar Ketua Tim Percepatan Pengembangan EV Battery BUMN, Agus Tjahajana Wirakusumah, Kamis (12/5/2022).

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Indonesia sepanjang 2019 menjadi produsen terbesar di dunia yang menghasilkan 800.000 ton biji nikel per tahun.

Namun, untuk pembuatan bahan baku baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Nikel bukan satu satunya logam yang dibutuhkan, ada mineral lain yang menjadi pendamping yaitu kolbat. Indonesia sendiri memiliki sumber daya kobalt yang cukup besar, baik bijih maupun yang sudah diproses menjadi logam. 

Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sumber daya bijih kobalt Indonesia pada tahun 2021 mencapai 3,28 miliar ton basah (wet metric ton/wmt). Sementara sumber daya logam kobalt mencapai 7,45 juta ton dengan cadangan mencapai 484.480 ton.

Baterai yang akan dibuat Indonesia ini bertipe NMC 811 dan NMC 523.  Kandungan material yang di pakai untuk batrei NMC 811 adalah nikel 80 persen, kobalt 10 persen dan mangan 10 persen. Sedangkan tipe NMC 523 adalah nikel 50 persen, kobalt 30 persen dan mangan 20 persen.

Dengan kandungan nikel yang tinggi dalam baterai ini cenderung meningkatkan kepadatan energinya untuk meningkatkan jarak tempuh EV.  Kobalt dan mangan bertindak sebagai stabilisator dalam baterai NMC untuk meningkatkan keamanannya.

Kobalt dan nikel yang termasuk sebagai bahan baku utama pembuatan batrei NMC 811 dan 523. Sehingga Indonesia harus mampu untuk mengembangkan produksi baterai untuk kendaraan listrik. (TSA/Tirta)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD