sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BGN Tegaskan SPPG Tak Ambil Untung Rp1,8 Miliar per Tahun dari MBG, Begini Penjelasannya

Economics editor Tangguh Yudha
26/02/2026 17:50 WIB
BGN buka suara mengenai informasi yang beredar di masyarakat terkait perolehan laba mitra SPPG yang mencapai Rp1,8 miliar per tahun dari program MBG.
BGN Tegaskan SPPG Tak Ambil Untung Rp1,8 Miliar per Tahun dari MBG, Begini Penjelasannya. (Foto: iNews Media Group)
BGN Tegaskan SPPG Tak Ambil Untung Rp1,8 Miliar per Tahun dari MBG, Begini Penjelasannya. (Foto: iNews Media Group)

BGN menegaskan bahwa angka Rp1,8 miliar merupakan estimasi pendapatan kotor maksimal dari komponen insentif selama satu tahun operasional penuh. Perhitungan tersebut berasal dari Rp6.000.000 dikalikan 313 hari operasional (365 hari dikurangi 52 hari Minggu), sehingga totalnya mencapai Rp1.878.000.000 per tahun.

Namun, angka itu belum memperhitungkan berbagai kewajiban pembiayaan yang harus ditanggung mitra.

Untuk memperoleh insentif tersebut, mitra diwajibkan membangun dan mengoperasikan SPPG sesuai standar ketat BGN. Investasi awal (capital expenditure/CapEx) yang dikeluarkan berkisar antara Rp2,5 miliar hingga Rp6 miliar, tergantung lokasi dan harga lahan.

Dijelaskan Sony, untuk memperoleh insentif tersebut, mitra wajib membangun dan mengoperasikan SPPG sesuai standar ketat yang ditetapkan BGN. Investasi awal (capital expenditure/CapEx) yang dikeluarkan mitra dari dana pribadi berkisar antara Rp2,5 miliar hingga Rp6 miliar, bergantung pada lokasi dan harga lahan.

Investasi tersebut meliputi pengadaan lahan seluas 500-800 meter persegi, pembangunan dapur industri sekitar 400 meter persegi, instalasi listrik tiga fase, sistem filtrasi air standar air minum, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), lantai antibakteri, sistem pendingin ruangan, minimal 16 titik CCTV, mess karyawan, ruang kantor, peralatan masak industri, hingga sertifikasi seperti SLHS dan halal.

Dengan struktur investasi tersebut dan pendapatan kotor maksimal sekitar Rp1,8 miliar per tahun, titik impas (break even point/BEP) secara bisnis diproyeksikan tercapai dalam kisaran 2 hingga 2,5 tahun. Pada fase awal operasional, pendapatan digunakan untuk menutup modal investasi, depresiasi bangunan, dan peralatan, sehingga belum mencerminkan keuntungan bersih.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement