sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

BGN Tak Permasalahkan Efisiensi Anggaran MBG, Pastikan Layanan dan Kualitas Terjaga

News editor Rohman Wibowo
28/05/2026 12:43 WIB
Merujuk pada postur APBN 2026, alokasi pagu anggaran resmi untuk BGN dipangkas menjadi senilai Rp268 triliun.
BGN Tak Permasalahkan Efisiensi Anggaran MBG, Pastikan Layanan dan Kualitas Terjaga. Foto: iNews Media Group.
BGN Tak Permasalahkan Efisiensi Anggaran MBG, Pastikan Layanan dan Kualitas Terjaga. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung penuh kebijakan pemerintah lewat skema belanja yang lebih efisien serta tepat sasaran.

Merujuk pada postur APBN 2026, alokasi pagu anggaran resmi untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dipangkas menjadi senilai Rp268 triliun, di mana dana tersebut dikonsentrasikan guna membiayai operasional program MBG lewat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di pelosok Indonesia.

“BGN menghormati dan mengikuti arahan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan yang dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, terkait langkah efisiensi anggaran negara. Penyesuaian ini lebih diarahkan pada belanja operasional agar penggunaan anggaran semakin efektif dan memberikan dampak maksimal,” ujar Nanik dalam keterangan resmi, Kamis (28/5/2026).

Nanik mengatakan pola koordinasi dan sinergi antara Kementerian Keuangan bersama BGN tetap terjalin harmonis guna menjamin kelangsungan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu agenda strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Sinergi antara Kementerian Keuangan dan BGN menunjukkan komitmen bersama pemerintah dalam menjaga kualitas program MBG sekaligus memastikan tata kelola anggaran dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” katanya.

Terhitung sampai dengan 24 Mei 2026, inisiatif MBG dilaporkan telah menyentuh 62,4 juta penerima manfaat melalui dukungan 29.225 SPPG di berbagai daerah. Nanik menjamin program tetap berjalan maksimal sekalipun terdapat penyesuaian efisiensi pada pos-pos operasional tertentu.

Langkah efisiensi anggaran ini justru dipandang sebagai momentum meningkatkan kualitas eksekusi program agar lebih berdaya guna, serta akurat bagi kalangan masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan.

“Prinsip utama kami adalah memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap optimal. Efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah terhadap program MBG, tetapi memperkuat efektivitas pelaksanaannya agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” tutur Nanik.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement