AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

BI Jawa Barat Siapkan Rp17,45 Triliun untuk Antisipasi Kebutuhan Uang Lebaran

ECONOMICS
Arif Budianto/Kontributor
Senin, 19 April 2021 12:11 WIB
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat menyiapkan uang tunai sebesar Rp17,45 triliun sebagai antisipasi kebutuhan Idulfitri.
BI Jawa Barat Siapkan Rp17,45 Triliun untuk Antisipasi Kebutuhan Uang Lebaran. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat menyiapkan uang tunai sebesar Rp17,45 triliun sebagai antisipasi kebutuhan Idulfitri. Dana yang disiapkan lebih kecil dari tahun sebelumnya, sebab BI yakin masyarakat mulai beralih menggunakan uang non-tunai. 

Kepala Kantor Perwakilan BI, Jabar Herawanto, mengatakan, kebutuhan uang selama bulan Ramadan dan Idulfitri tahun 2021 diperkirakan mencapai Rp17,45 triliun. Uang tersebut untuk semua daerah di Jawa Barat di luar Bogor, Depok dan Bekasi.

Rinciannya Ciayumajakuning sekitar Rp3,19 triliun, Priangan Timur Rp2,05 triliun, dan sisanya Rp12 juta untuk Bandung raya dan lainnya. 

"Jumlah kebutuhan uang selama Ramadan dan Idulfitri tersebut naik empat kali lipat dari rata-rata kebutuhan uang per bulan dalam kondisi normal," kata Herawanto di pelataran Kantor BI Jabar, Jalan Braga, Kota Bandung, Senin (19/4/2021).

Kendati begitu, kata dia, secara nilai angka tersebut mengalami penurunan sebesar 19,44 persen (yoy) dibandingkan kebutuhan uang selama Ramadan dan Idulfitri periode tahun 2019 lalu yang tercatat sebesar mencapai Rp21,66 triliun. Dia memperkirakan, penurunan kebutuhan uang tunai akibat banyaknya warga yang sudah beralih menggunakan uang digital.

Herawanto menjelaskan, kesiapan uang tersebut juga mengantisipasi adanya permintaan masyarakat melakukan penukaran pecahan yang kertas. Di mana, layanan penukaran uang melalui loket bank sudah dapat dilakukan mulai tanggal 12 April hingga 11 Mei 2021.

"Tahun ini, layanan penukaran uang kepada masyarakat hanya disediakan melalui loket di bank. Sementara layanan kas keliling ditiadakan, ini sejalan dengan upaya terus menekan penyebaran Covid-19," katanya. 

Akan tetapi, BI di wilayah Jawa Barat bekerjasama dengan perbankan (Bank Umum dan BPR) telah menetapkan 559 titik layanan penukaran selama  Ramadan Tahun 2021. Sementara penukaran uang Rp75.000 masih berlangsung di BI Jabar.

"Kami berharap ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat mencari uang baru pecahan yang kertas," katanya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD