AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Biang Kerok Kerugian Garuda, Harga Sewa Pesawatnya Paling Tinggi di Dunia

ECONOMICS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Kamis, 10 Juni 2021 22:27 WIB
Harga sewa pesawat yang ditetapkan lessor kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, tercatat paling tinggi di dunia. Hal ini disebut jadi pemicu kerugian.
MNC Media

IDXChannel - Harga sewa pesawat yang ditetapkan lessor kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, tercatat paling tinggi di dunia, dimana nilai biaya sewanya mencapai 60 persen.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Arya Sinulingga menyebut, harga sewa pesawat itu sebelumnya sudah disepakati oleh mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara dengan perusahaan penyewa. 

"Kita tahu bahwa Garuda ini kondisinya seperti ini karena penyewa pesawat ugal-ugalan di masa yang lalu. Dari Dirut-nya sudah ditangkap KPK. Dan ini adalah mereka menyewa pesawat," ujar Arya, Kamis (10/6/2021). 

Pemegang saham mencatat, ada beberapa penyebab utama maskapai penerbangan nasional di ambang kebangkrutan. Salah satunya adalah persoalan harga sewa pesawat yang mahal. 

Selain itu, dari 36 lessor yang menjadi mitra Garuda, sebagian memasang harga sewa pesawat mahal dan sebagian lainnya terlibat dalam kasus korupsi sebelumnya.

Efisiensi pengelolaan pesawat menjadi masalah lain. Pemegang saham mencatat, ada beragam jenis pesawat yang dimiliki Garuda. Misalnya, Boeing 737-777, A320, A330, ATR, Bombardier. Jenis pesawat yang banyak membuat manajemen tidak efektif mengelolanya. Sementara harga sewa yang dikeluarkan cukup tinggi.

"Bayangkan, dalam isi kontrak saja, kalau dibatalkan kontraknya oleh GT, maka GT wajib membayar penuh hingga sampai habis. Baik itu dihentikan atau tidak dihentikan,itu tetap bayar. Garuda juga menyewa beragam jenis pesawat Airbus banyak jenisnya," tutur dia. 

Meski begitu, Arya menegaskan, tidak memiliki pilihan lain selain melakukan restrukturisasi guna menyelamatkan bisnis perusahaan pelat merah tersebut. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD