IDXChannel - PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) mengembangkan proyek Urbanova dengan mengintegrasikan hunian, bisnis, dan pendidikan dalam satu ekosistem kawasan.
Melalui Urbanova, yang berlokasi di Surabaya, Jawa Timur itu, KOTA menjadikan kawasan tersebut sebagai Edu Hub pertama di Indonesia. Di tengah persaingan bisnis properti yang semakin ketat, langkah ini dinilai menjadi diferensiasi yang cukup menarik, terutama bagi investor pasar modal yang mulai mencari emiten dengan konsep pertumbuhan jangka panjang, bukan sekadar penjualan unit semata.
Direktur Utama PT DMS Propertindo Tbk, Mohammad Prapanca, menegaskan bahwa Urbanova memang dirancang lebih dari sekadar proyek residensial.
“Urbanova bukan sekadar proyek properti, melainkan sebuah ekosistem yang mensinergikan pendidikan, bisnis, lifestyle, dan hunian dalam satu kawasan. Kami melihat konsep ini memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kawasan yang efisien, produktif, dan terkoneksi,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (22/5/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa KOTA tengah mencoba naik kelas dari sekadar developer menjadi pengembang ekosistem kota modern. Strategi ini menarik perhatian karena konsep serupa terbukti berhasil di berbagai kawasan global seperti One-North Singapura hingga Dubai Knowledge Park yang tumbuh menjadi pusat ekonomi baru berbasis pendidikan dan inovasi.
Di Indonesia, konsep Edu Hub masih relatif baru. Karena itu, Urbanova berpotensi menjadi pionir sekaligus benchmark baru bagi pengembangan kawasan masa depan.
Sementara itu, menurut Direktur Urbanova, Tatang Sukmana, dari sisi lokasi, Urbanova juga memiliki modal yang cukup kuat. Kawasan di Surabaya Timur itu dikelilingi sejumlah kampus besar seperti UPN Veteran Jawa Timur, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Pelita Harapan, Universitas Surabaya, hingga Universitas Katolik Widya Mandala.
“Potensi pasar mahasiswa di kawasan tersebut mencapai lebih dari 64 ribu orang. Belum lagi keberadaan kawasan industri SIER yang dihuni ratusan perusahaan dengan puluhan ribu pekerja aktif. Kombinasi mahasiswa, pekerja profesional, serta aktivitas bisnis inilah yang dinilai menciptakan captive market besar bagi Urbanova,” ucap Tatang.
Dalam implementasinya, DMS Propertindo menggandeng PT Art Design Indonesia (ADI), dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama operasi (KSO) di Urbanova Site, kawasan Gunung Anyar, Surabaya (22/5/2026), untuk mempercepat pengembangan kawasan. Kolaborasi ini memperlihatkan keseriusan perseroan dalam membangun proyek secara lebih agresif dan terukur.
Urbanova nantinya akan menghadirkan berbagai fasilitas terintegrasi mulai dari hunian modern, area bisnis, hotel, event space, fasilitas publik, rumah sakit, hingga sekolah internasional. Konsep inilah yang membuat proyek tersebut tidak hanya menyasar kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga aktivitas ekonomi dan pendidikan dalam satu kawasan.
Di tengah tren masyarakat urban yang semakin mengutamakan efisiensi hidup, konsep seperti Urbanova menjadi relevan. Orang tua membutuhkan akses pendidikan terbaik bagi anak, pelaku usaha membutuhkan kawasan bisnis yang hidup, sementara generasi muda menginginkan gaya hidup yang praktis dan terkoneksi.
Jika semua elemen itu mampu diwujudkan secara konsisten, Urbanova bukan hanya berpotensi menjadi landmark baru di Surabaya Timur, tetapi juga dapat menjadi alasan bagi investor untuk mulai melirik saham KOTA sebagai salah satu emiten properti dengan prospek pertumbuhan yang menarik di masa depan.
Tatang juga yakin fenomena pelemahan rupiah saat ini bukanlah kendala berarti. “Justru dari pengalaman kami, properti akan menjadi katalisator saat perekonomian melambat, sehingga dapat mengembalikan tren pertumbuhan ekonomi ke depan,” kata dia.
Pada akhirnya, kata dia, Urbanova menawarkan lebih dari sekadar properti. Kawasan ini mencoba menjawab tiga kebutuhan sekaligus: tempat tinggal, pusat bisnis, dan yang paling penting, ekosistem pendidikan bagi masa depan anak-anak Indonesia.
(NIA DEVIYANA)