AALI
12925
ABBA
193
ABDA
0
ABMM
3250
ACES
1005
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4860
ADHI
675
ADMF
8075
ADMG
192
ADRO
3320
AGAR
358
AGII
1950
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
161
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
1035
AKSI
230
ALDO
925
ALKA
292
ALMI
270
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
545.11
1.11%
+5.99
IHSG
6928.60
1.54%
+105.27
LQ45
1020.07
1.18%
+11.87
HSI
20470.86
1.74%
+350.18
N225
26712.36
1.17%
+309.52
NYSE
15035.87
-0.06%
-8.65
Kurs
HKD/IDR 1,875
USD/IDR 14,728
Emas
870,824 / gram

BKF Sebut Angka Inflasi di Indonesia Masih Rendah

ECONOMICS
Heri Purnomo
Sabtu, 14 Mei 2022 09:45 WIB
BKF mengatakan angka inflasi masih sejalan dengan outluk pemerintah dan masih dalam range tiga plus minus satu persen. 
BKF mengatakan angka inflasi masih sejalan dengan outluk pemerintah dan masih dalam range tiga plus minus satu persen.
BKF mengatakan angka inflasi masih sejalan dengan outluk pemerintah dan masih dalam range tiga plus minus satu persen.

IDXChannel - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan angka inflasi masih sejalan dengan outluk pemerintah dan masih dalam range tiga plus minus satu persen. 

"Angka inflasi di Indonesia saat ini masih dalam kondisi rendah dibandingkan di banyak Negara. Dengan angka terakhir di 3,5 persen di bulan April," ujarnya dalam Webinar, Jumat (13/5/2022).

Meski begitu, menurutnya pemerintah akan terus memitigasi dampak inflasi terhadap harga-harga komoditas, baik energi maupun bahan pangan, sehingga inflasi yang tertransmisi ke rumah tangga masih relatif bisa dikelola dengan baik.

"Kedepan strategi yang sama akan kita pertahankan bagaimana dampak dari kenaikan harga," Ucapnya. 

Febrio menjelaskan bahwa strategi tersebut yakni APBN sebagai shock absorber untuk memastikan bahwa dampaknya terhadap daya beli masyarakat juga dapat dikelola dengan baik. 

“Per 31 Maret kuartal pertama, kondisi APBN kita sehat di mana pendapatan negara tumbuh sangat tinggi mencapai 32,1 persen,” katanya. 

Febrio juga menyampaikan bahwa angka pengangguran di Indonesia terus menurun. Menurutnya, hal tersebut menandakan kebijakan yang diambil Pemerintah selama 2020-2022 sudah sangat baik.

“Di tahun 2021 pengangguran sudah menurun, kemudian 2022 kembali menurun lagi. Ini menunjukan bahwa arah kebijakan kita sudah on the right track,” tandasnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD