IDXChannel - Lembaga pemeringkat global seperti Moody's hingga S&P Global Ratings menyoroti kredibilitas fiskal Indonesia. Investor asing dinilai lebih menginginkan APBN diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur.
Direktur PT Panin Asset Management, Rudiyanto menilai investor asing lebih menyukai negara berkembang seperti Indonesia membenahi infrastruktur terlebih dahulu sebelum memberikan makan gratis kepada masyarakat. Infrastruktur dinilai sangat vital sebagai dasar untuk membangun perekonomian domestik.
"Kalau kita lihat, tiga presiden di tahun pertama untuk penggunaan anggaran, kalau kita lihat 2006 Pak SBY, 2016 Pak Jokowi, dan 2026 Pak Prabowo. Pak SBY nomor satunya pendidikan, Pak Jokowi pertama dia baru naik dia beresin infrastruktur, kemudian Pak Prabowo MBG (Makan Bergizi Gratis)," ujarnya dalam acara Corporate Forum di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Dia membandingkan alokasi anggaran pada tahun pertama di 2 era presiden sebelumnya, yaitu Joko Widodo dan SBY. Era Presiden SBY yang pertama kali dibenahi adalah sektor pendidikan, tercermin dengan porsi anggaran terbesar yang digelontorkan pada tahun 2006 sebesar Rp40,12 triliun setara proporsi 18,72 persen.
Sementara pada tahun pertama era Presiden Joko Widodo yang paling utama dibenahi adalah infrastruktur, tercermin dari pengalokasian anggaran Kementerian PUPR di tahun 2016 sebesar Rp103,81 triliun setara proporsi 13,24 persen.