Sedangkan di era Presiden Prabowo Subianto yang pertama kali dibenahi adalah MBG, terlihat dari porsi anggaran yang digelontorkan untuk Badan Gizi Nasional (BGN) sebesar Rp268 triliun setara proporsi 17,74 persen.
"Kalau di mata investor asing, negara berkembang itu seharusnya dibenahi infrastruktur, kasih makan itu nanti. Jadi kalau Pak Jokowi, kita tidak bilang indeksnya (IHSG) bagus, tapi paling tidak di mata investor asing, itu yang benar, bangun infrastruktur," katanya.
Dia menilai, keberhasilan China dalam membangun ekonominya juga tidak lepas dari peningkatan infrastruktur. Dengan begitu, pertumbuhan industri menjadi lebih cepat, ekspansi perusahaan juga makin mudah karena keterhubungan antar wilayah saling terbangun.
"Karena China berhasil karena infrastrukturnya. Jadi kalau Pak Prabowo, kita lihat, anggaran infrastruktur itu ada di urutan keempat (setelah BGN, Kementerian Pertahanan, dan Polri)," katanya.
Rudiyanto mengatakan kondisi penurunan kepercayaan investor asing terhadap RI, berdampak pada dollar index (DXY) terhadap mata uang rupiah. Pada 2 era presiden sebelumnya, ketika dollar index naik, maka posisi rupiah cenderung melemah ke rentang level Rp14-Rp15 ribu, sedangkan ketika dollar indeks turun, rupiah akan menguat.