IDXChannel - Kelompok militan Hizbullah dengan tegas menolak persyaratan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
"Hal tersebut sia-sia dan memalukan," kata pemimpin Hizbullah Naim Qassem dalam pernyataannya, dilansir dari BBC pada Jumat (5/6/2026).
"Ini ditolak oleh sebagian besar rakyat Lebanon," katanya.
Pekan ini, Israel dan Lebanon mengumumkan pembaruan gencatan senjata mereka yang rapuh. Kesepakatan tersebut mengharuskan Hizbullah untuk berhenti menyerang Israel, serta keluar dari Lebanon selatan yang merupakan basis utamanya.
Meski menjadi lawan Israel di Lebanon, Hizbullah tidak berpartisipasi dalam negosiasi.
Media Lebanon melaporkan bahwa Israel tetap menyerang Lebanon selatan pada Kamis, setelah pembaruan gencatan senjata diumumkan.