sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Purbaya Soroti Rumor Keliru soal S&P Dorong Kejatuhan IHSG pada Awal Juli 2026

Market news editor Anggie Ariesta
21/07/2026 17:25 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat kembali jatuh pada akhir Juni 2026 ke 5.643 poin sebelum akhirnya rebound ke 6.340 pada hari ini.
IHSG sempat kembali jatuh pada akhir Juni 2026 ke 5.643 poin sebelum akhirnya rebound ke 6.340 pada hari ini. (Foto: iNews Media/Aldhi Chandra Setiawan)
IHSG sempat kembali jatuh pada akhir Juni 2026 ke 5.643 poin sebelum akhirnya rebound ke 6.340 pada hari ini. (Foto: iNews Media/Aldhi Chandra Setiawan)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh hingga ke level terendah 5.342 poin pada awal Juni 2026. Sempat rebound ke 6.200 pada pertengahan Juni, indeks kembali turun ke level 5.600 pada awal Juli sebelum akhirnya naik kembali ke 6.340 per hari ini, Selasa (21/7/2026).

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menilai, kejatuhan IHSG lebih disebabkan oleh persepsi pasar ketimbang aspek fundamental. Salah satu penyebabnya yakni beredarnya rumor tak berdasar, terutama kabar S&P Global Ratings yang akan menurunkan peringkat Sovereign Credit Rating Indonesia dari BBB.

"Tadinya kan di awal bulan kalau enggak salah ada isu di capital market (pasar modal), di social media, yang bilang bocoran S&P keluar, Indonesia akan di-downgrade peringkatnya, bahkan bukan outlook-nya (diturunkan), (tapi) peringkatnya. Itu yang menarik ke bawah pasar saham secara tajam di awal Juli tahun ini," katanya dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (21/7/2026).

Kabar tersebut terbukti tidak benar setelah pada 13 Juli 2026, S&P Global Ratings mempertahankan rating surat utang Indonesia, termasuk outlook-nya tetap stabil.

Purbaya menuding spekulasi tanpa dasar yang berkembang di pasar modal sengaja ditiupkan pihak-pihak tertentu melalui informasi yang tidak valid untuk mengganggu psikologis investor.  Dia juga menegaskan, keputusan S&P menahan peringkat dan outlook Indonesia menjadi bukti bahwa pengelolaan APBN dan kebijakan ekonomi di bawah Presiden Prabowo Subianto dapat dipercaya.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement