AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

Wall Street Ditutup Mixed, Investor Nantikan Data Inflasi dan Harga Konsumen

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Rabu, 11 Mei 2022 06:33 WIB
Wall Street ditutup dengan S&P 500 dan Nasdaq berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa (10/5/2022) waktu setempat.
Wall Street Ditutup Mixed, Investor Nantikan Data Inflasi dan Harga Konsumen (Dok.MNC)
Wall Street Ditutup Mixed, Investor Nantikan Data Inflasi dan Harga Konsumen (Dok.MNC)

IDXChannel - Wall Street ditutup dengan S&P 500 dan Nasdaq berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa (10/5/2022) waktu setempat.  Saham pertumbuhan besar naik setelah aksi jual hari sebelumnya karena imbal hasil Treasury jatuh.

Selain itu saham perbankan jatuh seiring dengan imbal hasil. Hasil benchmark 10-tahun turun dari tertinggi lebih dari tiga tahun menjadi di bawah 3%.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 84,96 poin, atau 0,26%, menjadi 32.160,74, S&P 500 naik 9,81 poin, atau 0,25%, menjadi 4.001,05 dan Nasdaq Composite bertambah 114,42 poin, atau 0,98%, menjadi 11.737,67.

Indeks Dow berakhir lebih rendah karena perdagangan hari itu mixed, dengan indeks utama bergerak di antara keuntungan dan kerugian karena investor gugup menjelang rilis data indeks harga konsumen AS hari Rabu dan data harga produsen hari Kamis.

Investor ditengarai akan mencari tanda-tanda bahwa inflasi memuncak.

Kekhawatiran bahwa Federal Reserve AS mungkin harus bergerak lebih agresif untuk mengekang inflasi telah mendorong aksi jual baru-baru ini di pasar. Sejumlah kekhawatiran lain telah menambah tekanan.

Menurut Jake Dollarhide, CEO Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma, aksi jual saat ini hanya penjualan berbasis ketakutan investor.

"Tidak mungkin The Fed menaikkan suku bunga untuk mencegah inflasi, karena kita telah melihat itu sebelumnya," katanya.

Sebaliknya, menurut dia investor khawatir tentang segala hal mulai dari suku bunga dan inflasi hingga perang di Ukraina, masalah rantai pasokan, dan lockdown COVID-19 China.

Saham Apple Inc naik 1,6% dan memberi S&P 500 dan Nasdaq dorongan terbesar mereka.

Saham teknologi dan pertumbuhan, yang valuasinya lebih bergantung pada arus kas masa depan, telah menjadi salah satu yang paling terpukul dalam aksi jual baru-baru ini. Nasdaq turun sekitar 25% untuk tahun ini sejauh ini.

Sektor Teknologi S&P 500 naik 1,6% hari ini dan memimpin kenaikan sektor S&P 500. Indeks pertumbuhan S&P 500 naik 0,9%, sedangkan indeks nilai S&P 500 turun 0,4%.

Investor mencerna komentar dari Presiden Fed Cleveland Loretta Mester, yang mengatakan ekonomi AS akan mengalami turbulensi dari upaya Fed untuk menurunkan inflasi yang berjalan lebih dari tiga kali diatas tujuannya dan volatilitas baru-baru ini di pasar saham tidak akan menghalangi pembuat kebijakan.

Presiden AS Joe Biden dalam pidatonya pada hari Selasa yang membahas inflasi tinggi mengatakan dia sedang mempertimbangkan untuk menghapus tarif era Trump di China sebagai cara untuk menurunkan harga barang di AS.

Di antara saham yang naik hari ini, saham Pfizer Inc naik 1,7% setelah mengatakan akan membayar USD11,6 miliar untuk membeli Biohaven Pharmaceutical Holding Co sehingga saham Biohaven melonjak 68,4%.

Di sisi bawah, Peloton Interactive Inc turun 8,7% karena pembuat peralatan kebugaran memperingatkan bisnis "dimodali tipis" setelah membukukan penurunan 23,6% dalam pendapatan kuartalan.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD