AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Wall Street Ditutup Anjlok, S&P 500 Merosot di Bawah 4.000 

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Selasa, 10 Mei 2022 07:10 WIB
Wall Street ditutup dengan S&P 500 berakhir di bawah 4.000 untuk pertama kalinya sejak akhir Maret 2021.
Wall Street Ditutup Anjlok, S&P 500 Merosot di Bawah 4.000  (Dok.MNC)
Wall Street Ditutup Anjlok, S&P 500 Merosot di Bawah 4.000  (Dok.MNC)

IDXChannel - Wall Street ditutup dengan S&P 500 berakhir di bawah 4.000 untuk pertama kalinya sejak akhir Maret 2021 pada perdagangan Senin (9/5/2022) waktu setempat. 

Tak hanya itu, Nasdaq juga turun lebih dari 4% imbas aksi profit taking yang dipimpin oleh saham pertumbuhan mega-cap karena investor semakin khawatir tentang kenaikan suku bunga.

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 653,67 poin, atau 1,99%, menjadi 32.245,7, sedangkan S&P 500 kehilangan 132,1 poin, atau 3,20%, menjadi 3.991,24, penutupan terendah sejak 31 Maret 2021.

Nasdaq Composite turun 521,41 poin, atau 4,29%, menjadi 11.623,25. Indeks Nasdaq ditutup pada level terendah sejak November 2020.

Saham Apple turun 3,3% dan merupakan bobot terbesar di Nasdaq dan S&P 500. Disusul Microsoft Corp turun 3,7% dan Tesla Inc turun 9,1%.

Investor khawatir tentang seberapa agresif Federal Reserve perlu menjinakkan inflasi. Bank sentral AS pekan lalu menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin.

Patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun mencapai level tertinggi sejak November 2018 sebelum turun pada hari Senin.

Kepala strategi pasar global di Invesco New York, Kristina Hooper mengatakan, market sedang mencerna awal kembalinya lingkungan kebijakan moneter yang lebih normal.

"Bergerak lebih agresif (pada tingkat) meningkatkan momok resesi, terutama dengan semua komplikasi ini - inflasi tinggi, invasi Rusia ke Ukraina, gangguan rantai pasokan terkait COVID," katanya.

Investor juga khawatir tentang perlambatan ekonomi di China menyusul meningkatnya kasus virus corona baru-baru ini.

S&P 500 sekarang turun 16,3% untuk tahun ini sejauh ini. Di antara yang paling terpukul dalam aksi jual baru-baru ini adalah saham teknologi dan pertumbuhan, yang penilaiannya lebih bergantung pada arus kas masa depan.

Semua sektor S&P 500 berakhir lebih rendah pada hari Senin kecuali untuk kebutuhan pokok konsumen, yang naik 0,1%. Sektor energi turun 8,3% karena harga minyak turun.

Indeks pertumbuhan S&P 500 turun 3,9% hari ini, sedangkan indeks nilai S&P 500 turun 2,5%.

Saham Twitter Inc turun lebih dari 3% karena Hindenburg Research mengambil posisi short pada saham perusahaan media sosial tersebut, dengan mengatakan bahwa kesepakatan perusahaan senilai USD44 miliar untuk dijual ke Elon Musk memiliki risiko signifikan untuk dihargai kembali lebih rendah.

Volume di bursa AS adalah 15,29 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,34 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD