IDXChannel - Dolar Amerika Serikat (AS) tetap berada di jalur penguatannya pada Jumat (13/3/2026). Melansir Reuters, indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama, masih berada di level tertinggi sejak November.
Indeks tersebut, meski turun 0,04 persen menjadi 99,63 pada awal perdagangan di Asia, namun tetap berada di jalur kenaikan sekitar 0,8 persen sepanjang pekan ini. Euro naik 0,13 persen ke level USD1,1525.
Yen menguat 0,17 persen menjadi 159,08 per dolar setelah sempat menyentuh 159,43 pada Kamis, level terlemah sejak 14 Januari. Poundsterling naik 0,11 persen ke USD1,3356.
"Untuk saat ini, pasar memiliki fokus baru yaitu inflasi dan pertumbuhan yang lebih rendah," kata ahli strategi pasar senior di National Australia Bank di London, Gavin Friend dalam sebuah podcast.
Pada Kamis, AS menerbitkan lisensi baru yang memungkinkan penjualan minyak mentah Rusia dan produk minyak bumi yang dimuat di kapal hingga 11 April, menurut situs Departemen Keuangan AS.
Pemerintahan Trump dilaporkan telah menghabiskan bertahun-tahun cadangan amunisi penting sejak dimulainya perang, menurut laporan Financial Times.
Di Irak bagian barat, militer AS juga melakukan upaya penyelamatan setelah sebuah pesawat pengisian bahan bakar militer jatuh, dalam insiden yang menurut Komando Pusat AS bukan disebabkan oleh tembakan musuh maupun tembakan kawan.