sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dolar Melaju di Tengah Perang Timur Tengah, Yield Obligasi AS Turun

Market news editor Nia Deviyana
31/03/2026 09:39 WIB
Dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (31/3/2026) menuju kenaikan bulanan terbesar sejak Juli 2026, menjadi aset safe haven paling kuat.
Dolar Melaju di Tengah Perang Timur Tengah, Yield Obligasi AS Turun. Foto: AP.
Dolar Melaju di Tengah Perang Timur Tengah, Yield Obligasi AS Turun. Foto: AP.

IDXChannel - Dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (31/3/2026) menuju kenaikan bulanan terbesar sejak Juli 2026, menjadi aset safe haven paling kuat. Hal ini didorong perang di Timur Tengah, juga juga meningkatkan harga minyak.

Semalam, dolar juga menguat terhadap sebagian besar mata uang, kecuali yen. Munculnya kembali ancaman intervensi dari Tokyo membuat para trader berhati-hati untuk menjual yen terlalu jauh melewati level 160 per dolar.

Euro turun 0,3 persen dan menuju penurunan bulanan sekitar 3 persen, sementara dolar Australia dan dolar Selandia Baru jatuh ke level terendah dalam beberapa bulan.

Dolar Australia, yang sebelumnya cukup bertahan sepanjang bulan, mulai melemah tajam dalam beberapa sesi terakhir karena fokus pasar bergeser dari kekhawatiran inflasi ke risiko perlambatan pertumbuhan global.

Mata uang tersebut menyentuh level terendah dua bulan di USD0,6834 semalam, dan diperdagangkan di USD0,6844 pada perdagangan Asia pagi. Dolar Selandia Baru juga melemah tajam pada Senin dan sempat menyentuh level terendah empat bulan di 57 sen, sebelum terakhir diperdagangkan di sekitar USD0,5716 pada hari ini.

Won Korea Selatan jatuh ke level terlemah sejak 2009.

Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa AS akan menghancurkan fasilitas energi dan sumur minyak Iran jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz. Adapun Iran menyebut proposal perdamaian AS tidak realistis.

Kuwait mengatakan sebuah kapal tanker minyak Kuwait yang bermuatan penuh terkena serangan Iran saat sedang berlabuh di Dubai, menurut laporan kantor berita negara Kuwait KUNA. Hal ini turut mendorong harga minyak naik.'

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement