sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dolar Melaju di Tengah Perang Timur Tengah, Yield Obligasi AS Turun

Market news editor Nia Deviyana
31/03/2026 09:39 WIB
Dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (31/3/2026) menuju kenaikan bulanan terbesar sejak Juli 2026, menjadi aset safe haven paling kuat.
Dolar Melaju di Tengah Perang Timur Tengah, Yield Obligasi AS Turun. Foto: AP.
Dolar Melaju di Tengah Perang Timur Tengah, Yield Obligasi AS Turun. Foto: AP.

Sementara itu, Ketua Federal Reserve Jerome Powell meredam kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Dia menegaskan kembali pendekatan wait and see bank sentral AS serta mengatakan bahwa ekspektasi inflasi masih relatif terjaga, setidaknya dalam jangka pendek.

Pernyataan itu mendorong imbal hasil obligasi jangka pendek turun dan menghapus ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga AS tahun ini. Namun, hal tersebut tidak banyak melemahkan dolar, karena mata uang ini biasanya mendapat aliran dana saat investor mencari aset aman ketika prospek pertumbuhan global memburuk.

Aset safe haven lain seperti obligasi dan emas justru berkinerja buruk sejak perang pecah. Ancaman bank sentral Swiss untuk menahan penguatan mata uang membuat investor juga enggan menjadikan franc Swiss sebagai aset lindung nilai.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement