IDXChannel - Indeks utama Wall Street dibuka turun pada Jumat (27/3/2026) seiring perang di Timur Tengah yang telah berlangsung selama sebulan. Kondisi ini menekan sentimen pasar, sementara investor memantau tanda-tanda meredanya konflik.
Melansir Investing, Dow Jones Industrial Average turun 1,06 persen, S&P 500 melemah 0,94 persen, dan Nasdaq Composite merosot 1,27 persen.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia akan kembali memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi penghancuran fasilitas energinya, setelah Teheran sebelumnya menolak proposal 15 poin dari AS untuk mengakhiri pertempuran.
Namun, penundaan tersebut tidak menenangkan pasar, dan harga minyak naik karena investor meragukan kedua pihak akan mencapai kesepakatan.
“Pasar keuangan masih sangat dipengaruhi oleh berita utama. Investor terus diguncang oleh klaim AS bahwa ada kemajuan untuk mengakhiri permusuhan, sementara Iran membantah bahwa negosiasi serius sedang berlangsung,” kata analis pasar senior di Trade Nation, David Morrison.
Indeks S&P 500 dan Nasdaq berada di jalur penurunan lima minggu berturut-turut. Sementara itu, Dow diperkirakan menutup minggu ini relatif tidak berubah.