Badan Energi Internasional (IEA) pada Rabu menyetujui pelepasan rekor 400 juta barel minyak dari cadangan strategis. Namun, jumlah tersebut hanya cukup untuk menutup sekitar 20 hari pasokan yang hilang akibat gangguan di sepanjang Selat Hormuz, dan membutuhkan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan untuk sampai ke pasar.
Investor juga mencermati pertemuan bank sentral pekan depan, yaitu Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa, untuk menilai bagaimana para pembuat kebijakan akan merespons potensi guncangan harga energi.
Menurut data yang dihimpun LSEG, para trader memperkirakan Bank Sentral Eropa kemungkinan mulai menaikkan suku bunga pada Juni, sementara Federal Reserve AS mungkin baru akan menurunkan suku bunga pada September, lebih lambat dari perkiraan sebelumnya pada Juli.
(NIA DEVIYANA)