IDXChannel - Dolar Amerika Serikat (AS) tergelincir pada Rabu (11/3/2026). Para trader memilih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait perang AS–Israel versus Iran. Sinyal yang saling bertentangan mengenai kemungkinan penyelesaian konflik membuat sentimen pasar masih rapuh.
Melansir Reuters, indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, berada di 98,876, sedikit menjauh dari level tertinggi tiga bulan yang dicapai pada Senin.
Euro terakhir diperdagangkan di USD1,16205 pada awal sesi Asia. Pound sterling naik 0,12 persen menjadi USD1,34305.
Sementara itu, dolar Australia (Aussie) tetap berada dekat level tertinggi hampir empat tahun yang dicapai pada Selasa, terakhir diperdagangkan di USD0,713.
Pasar global sebelumnya bertaruh Presiden AS Donald Trump akan segera mengakhiri konflik tersebut, tetapi Trump juga berulang kali mengancam akan menyerang Iran secara keras jika negara itu mencoba menghentikan aliran pasokan energi melalui Selat Hormuz.