Dolar AS, yang sempat melonjak karena perang mendorong harga minyak naik, kini tergelincir dengan harapan adanya penyelesaian cepat. Namun para analis tetap skeptis konflik ini akan segera berakhir.
“Kami memperkirakan perang ini akan berlangsung berbulan-bulan, bukan hanya beberapa minggu, meskipun tingkat ketidakpastiannya sangat tinggi,” kata senior currency strategist di Commonwealth Bank of Australia, Kristina Clifton.
Perkembangan yang sangat cepat di Timur Tengah membuat para trader kesulitan menentukan harga risiko yang tepat, sehingga untuk saat ini mereka memilih menunggu.
(NIA DEVIYANA)