"Kalau orang bertanya, Indonesia ekonominya bisa tetap tumbuh. Sebenarnya apa sih bahan bakarnya, punya apa sih sebenarnya Indonesia? Jawabannya, kita masih punya batu bara, karena kita masih punya nikel, gas, bauksit, dan banyak hal yang lainya," kata Nurul Ichwan.
"Memang itu bukan duit, tapi global akan membutuhkan suplai itu dari Indonesia. Kita masih punya cadangan itu, jadi itu logis yang ada di Indonesia. Jadi kondisi dunia seperti apapun, hampir bisa dipastikan Indonesia is going to be a part of this global supply chain," tambahnya.
Menurut Nurul Ichwan, kombinasi antara cadangan sumber daya alam, jumlah populasi yang besar, hingga stabilitas politik yang terjaga, akan menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki prospek investasi bagus ke depannya dan dilirik oleh banyak negara.
Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief, menambahkan WEF merupakan ruang strategis untuk menjembatani antara kepentingan nasional dan pembangunan ekonomi. Sebab, forum ini akan menjadi akses bagi Danantara dikenal oleh banyak negara dan membangun hubungan bisnis dengan negara lain.
"Kami melihat ini suatu kesempatan strategis. Tentu sektor strategis yang menjadi prioritas kami, adalah yang menjadi pembangunan nasional. Seperti transisi energi, ketahanan pangan, dan pengembangan industri yang bernilai tambah," kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)