AALI
10000
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
850
ACES
1450
ACST
256
ACST-R
0
ADES
1645
ADHI
1060
ADMF
8025
ADMG
161
ADRO
1200
AGAR
420
AGII
1040
AGRO
865
AGRO-R
0
AGRS
510
AHAP
69
AIMS
490
AIMS-W
0
AISA
250
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3170
AKSI
720
ALDO
825
ALKA
236
ALMI
242
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
461.96
-0.19%
-0.89
IHSG
5834.39
0.01%
+0.53
LQ45
868.39
-0.13%
-1.11
HSI
28593.81
1.42%
+399.72
N225
28406.84
2.09%
+582.01
NYSE
16422.96
0.05%
+7.60
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,270
Emas
857,957 / gram

BPS: 11 Sektor Lapangan Usaha Melemah Hingga Minus 13,12 Persen

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 05 Mei 2021 12:10 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) kembali mendapat pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I-2021 berdasarkan sektor lapangan usaha.
BPS: 11 Sektor Lapangan Usaha Melemah Hingga Minus 13,12 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Badan Pusat Statistik (BPS) kembali mendapat pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I-2021 berdasarkan sektor lapangan usaha, terlihat bahwa dari 17 sektor yang ada dari segi PDB tidak berubah yakni 64,65%.

Pertumbuhan ini didorong oleh sektor Industri, Pertanian, Perdagangan, Konstruksi, dan Pertambangan.

"Di 5 sektor ini, akam sangat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Apalagi jika kita memperhatikan banyaknya tenaga kerja yang bekerja di pertanian, industri, dan lainnya," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, dalam Live Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I-2021 IDX Channel, Rabu (5/5/2021).

Dari 17 sektor yang ada selama triwulan I-2021 ini, ada 6 sektor yang tumbuh positif sementara 11 sektor masih negatif tetapi cenderung membaik.

Sektor-sektor yang tumbuh positif adalah Infokom, Perdagangan Pengadaan Air, Jasa Kesehatan, Pertanian, Pengadaan Listrik & Gas, dan Real Estate

"Bisa dilihat, bahwa pertumbuhan tertinggi terjadi untuk informasi dan komunikasi yang tumbuh sebesar 8,72%," tambahnya.

Kemudian, adapun dari 11 sektor yang mengalami kontraksi paling dalam yakni sektor Transportasi & Pergudangan.

"Dimana kontraksi tersebut menurun hingga -13,12%. Kemduian sektor Akomodasi & Makan, Minum juga turun -7,26%," tandasnya.

Dengan melihat pergerakan ini, lanjutnya, proses pemulihan ekonomi akan berbeda-beda antar Provinsi, antar sektor, dan juga subsektor. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD