Jika dilihat berdasarkan komponen pembentuknya, komponen harga bergejolak (volatile food) mencatatkan inflasi 1,46 persen dengan andil 0,24 persen, sedangkan komponen inti (core inflation) mengalami inflasi 0,10 persen dengan andil 0,06 persen.
Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah (administered prices) mencatatkan inflasi mendekati 0 persen.
Secara sebaran geografis bulanan, sebanyak 36 dari 38 provinsi di Indonesia mengalami inflasi, sementara 2 provinsi lainnya mencatatkan deflasi.
Inflasi bulanan tertinggi terjadi di Sulawesi Utara sebesar 3,53 persen, sedangkan deflasi terdalam berada di Nusa Tenggara Timur yakni sebesar 0,35 persen.