Secara tahunan, inflasi September 2026 yang sebesar 3,28 persen tercatat lebih tinggi jika dibandingkan posisi September 2025 yang berada di level 2,65 persen.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, pendorong utama inflasi tahunan ini dipimpin oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau (andil 1,28 persen), kelompok transportasi (andil 0,58 persen), serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (andil 0,53 persen).
Dari sisi komponen tahunan, seluruh komponen pembentuk IHK tercatat mengalami inflasi. Komponen inti menjadi penyumbang andil terbesar yakni 1,82 persen, diikuti komponen bergejolak sebesar 0,83 persen, dan komponen harga diatur pemerintah sebesar 0,63 persen.
Tekanan inflasi pada komponen inti terutama bersumber dari kenaikan harga komoditas emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, laptop/notebook, hingga pelumas/oli mesin.
BPS mencatat seluruh 38 provinsi di Tanah Air mengalami inflasi secara tahunan. Laju inflasi tahunan tertinggi terekam di Sulawesi Utara yang mencapai 7,59 persen, sementara inflasi terendah tercatat di Sumatera Selatan sebesar 2,55 persen.
(Dhera Arizona)