"Sensus Ekonomi 2026 merupakan sensus ekonomi kelima sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1986. Kegiatan ini sangat penting karena akan mendata seluruh aktivitas usaha yang ada di Indonesia," ujar Pudji dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).
Dia menjelaskan, hasil pendataan nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan ekonomi, mulai dari pengembangan sektor usaha, peningkatan investasi, hingga perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Riau terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, keberadaan data yang akurat menjadi faktor penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.
“Sensus ekonomi menjadi instrumen strategis untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai potensi dan aktivitas ekonomi yang ada di Indonesia, termasuk di Provinsi Riau,” kata Syahrial.
Dia menambahkan, Riau saat ini termasuk salah satu daerah dengan kinerja investasi yang kuat. Berdasarkan catatan pemerintah daerah, Riau berada di peringkat keenam nasional dan kedua di luar Pulau Jawa dalam capaian investasi, sehingga data hasil sensus akan semakin memperkuat perencanaan pengembangan ekonomi daerah.