“Cakupan IEU CEPA juga meliputi digitalisasi, percepatan proses kepabeanan, kerja sama di bidang standar, hingga sanitari dan fitosanitari (SPS). Selain itu, terdapat kerja sama dan peningkatan kapasitas di berbagai sektor, termasuk memberikan kepastian yang lebih besar pada sejumlah isu baru seperti Badan Usaha Milik Negara dan isu keberlanjutan lingkungan,” jelas Budi.
Kendati memuat potensi ekonomi yang besar, Budi mengingatkan adanya sejumlah regulasi dan standardisasi ketat yang harus dipersiapkan bersama oleh pelaku usaha Indonesia maupun Uni Eropa.
Beberapa kebijakan keberlanjutan yang menjadi atensi utama mencakup kepatuhan terhadap Regulasi Bebas Deforestasi Uni Eropa (European Union Deforestation Regulation/EUDR), Mekanisme Penyesuaian Batas Karbon (Carbon Border Adjustment Mechanism/CBAM), hingga standar mutu dan sertifikasi khusus pada sektor perikanan di pasar Uni Eropa. (Wahyu Dwi Anggoro)