Selain itu menurut Pauline saat ini para wisatawan yang berangkat menggunakan travel agent juga banyak yang hendak mengetahui dan merasakan budaya di wilayah tersebut. Sehingga bukan hanya sekadar foto-foto, tapi bisa juga menikmati kearifan lokal yang ada.
"Karena kita inginya beraktivitas di desa jadi inginya tidak cuma kunjungan ke desa foto selesai, tapi kita pingin masyarakat desa pun bisa menikmati kearifan lokal, culture, dan aktivitas di desa wisata tersebut," kata Pauline.
Disamping itu menurut Pauline keterjangkauan ongkos transportasi ke destinasi pariwisata di wilayah tersebut juga menjadi bagian yang paling penting. Karena sebagus apapun destinasi wisata yang ditawarkan namun harga tiket tidak terjangkau, maka masyarakat cenderung akan berpindah tujuan wisata. Mengingat industri pariwisata saat ini juga cukup kompetitif.
"Travel dengan agent tentu memberikan pengalaman yng unik, memberikan jaminan kepuasan, karena akan diatur dengan sangat baik, tidak seperti menggunakan pihak ketiga, yang tau tau ilang duitnya entah dibawa kabur kemana," pungkasnya.
(SLF)