sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bulog Siapkan 90 Ribu Ton Beras untuk Korban Gempa NTT

Economics editor Rohman Wibowo
24/08/2026 20:22 WIB
Bulog menyiapkan 93.782 ton beras untuk penanganan kondisi tanggap darurat bencana alam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bulog Siapkan 90 Ribu Ton Beras untuk Korban Gempa NTT (Foto: iNews Media Group)
Bulog Siapkan 90 Ribu Ton Beras untuk Korban Gempa NTT (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Perum Bulog menyiapkan 93.782 ton beras untuk penanganan kondisi tanggap darurat bencana alam di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Akumulasi volume tersebut bersumber dari ketersediaan cadangan beras di wilayah NTT serta dukungan mobilisasi antardaerah dari sejumlah kantor wilayah Bulog terdekat.

Mengacu pada data per 22 Agustus 2026, stok fisik beras yang siap disalurkan di wilayah NTT tercatat mencapai 26.336 ton. 

Bulog menyiapkan skema movement nasional (Movenas) sebanyak 67.446 ton yang didatangkan dari Kantor Wilayah DKI Jakarta-Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat, hingga Nusa Tenggara Barat.

“Bulog menyiagakan stok beras sebanyak 93.782 ton untuk mendukung penanganan bencana di NTT. Stok tersebut berasal dari ketersediaan beras di wilayah NTT dan dukungan mobilisasi dari wilayah lain. Dalam situasi bencana, kecepatan dan ketepatan distribusi menjadi sangat penting agar kebutuhan pangan masyarakat dapat segera dipenuhi,” ujar Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani  dalam keterangan resmi, Senin (24/8/2026).

Dengan realisasi penuh seluruh rencana mobilisasi antardaerah tersebut, total beras yang disiagakan untuk penanganan bencana di NTT secara keseluruhan mencapai 93.782 ton. Kesiapsiagaan cadangan ini disiapkan guna menjamin kebutuhan pangan warga terdampak sekaligus mengantisipasi potensi bencana lanjutan maupun perpanjangan status tanggap darurat.

Berdasarkan pemetaan Bulog, estimasi kebutuhan beras untuk masa tanggap darurat selama 14 hari pertama mencapai 1.890 ton guna menopang 150.576 korban terdampak. Untuk memitigasi kemungkinan perpanjangan masa tanggap darurat hingga 10 kali, Bulog mengalokasikan cadangan tambahan hingga 18.900 ton.

Di samping penanganan darurat langsung, Bulog turut memperhitungkan alokasi program Bantuan Pangan untuk periode tiga bulan ke depan bagi 852.631 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Dengan jatah 10 kilogram per PBP per bulan, kebutuhan tersebut menyerap sekitar 25.578 ton, sehingga total proyeksi kebutuhan beras di NTT diestimasi mencapai 46.368 ton.

Dari total pasokan yang disiagakan sebesar 93.782 ton, Bulog masih memiliki sisa ruang ketersediaan (buffer stock) sebesar 47.414 ton setelah menutup seluruh estimasi kebutuhan tersebut. 

Secara nasional, total stok beras yang dikuasai Bulog per 22 Agustus 2026 bertengger di angka 5.170.098 ton. 

Ahmad menambahkan, penyiapan cadangan ini dirancang komprehensif bukan hanya untuk merespons kebutuhan mendesak saat bencana, melainkan sebagai langkah mitigasi jangka panjang terhadap kemungkinan perpanjangan masa darurat atau timbulnya bencana susulan di wilayah NTT.

“Kami tidak hanya menghitung kebutuhan hari ini, tetapi juga menyiapkan ruang stok untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan. Prinsipnya, masyarakat terdampak bencana tidak boleh mengalami kesulitan mendapatkan pangan,” ujar Ahmad.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement