IDXChannel - Cadangan devisa (cadev) Jepang berkurang USD77,11 miliar atau sekitar Rp1.390 triliun pada Mei 2026, di tengah upaya intervensi untuk menahan pelemahan nilai tukar mata uang yen.
Menurut data dari Kementerian Keuangan, cadangan devisa Jepang turun 5,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi USD1,31 triliun.
Dilansir dari Kyodo pada Jumat (5/6/2026), ini merupakan penurunan bulanan terbesar yang pernah tercatat.
Penurunan cadangan devisa bulan lalu dipimpin oleh penurunan kepemilikan sekuritas, termasuk obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS), yang turun 7,5 persen menjadi USD931,68 miliar.
Deposito tetap relatif stabil di USD162,24 miliar, sementara emas turun 1,4 persen menjadi USD123,65 miliar.
Kementerian itu tidak mengungkapkan rincian terkait intervensi mata uang, tetapi kemungkinan besar telah menjual beberapa aset asing untuk mengamankan dolar AS untuk operasi pembelian yen.
Intervensi tersebut diduga terjadi selama sekitar seminggu sejak akhir April sebagai respons terhadap depresiasi yen terhadap dolar AS di tengah konflik Timur Tengah.
Data kementerian sebelumnya tentang intervensi pasar mata uang yang mencakup periode dari 28 April hingga 27 Mei menunjukkan bahwa Jepang menghabiskan USD73 miliar. (Wahyu Dwi Anggoro)