Kementerian itu tidak mengungkapkan rincian terkait intervensi mata uang, tetapi kemungkinan besar telah menjual beberapa aset asing untuk mengamankan dolar AS untuk operasi pembelian yen.
Baca Juga:
Intervensi tersebut diduga terjadi selama sekitar seminggu sejak akhir April sebagai respons terhadap depresiasi yen terhadap dolar AS di tengah konflik Timur Tengah.
Data kementerian sebelumnya tentang intervensi pasar mata uang yang mencakup periode dari 28 April hingga 27 Mei menunjukkan bahwa Jepang menghabiskan USD73 miliar. (Wahyu Dwi Anggoro)